PIKNIK with Kiddos

Masih edisi piknik,,

Beberapa teman menanyakan ke saya, apa tidak repot piknik dengan tiga anak yang masih kecil hanya berdua dengan si papa, tanpa bantuan nanny, apalagi piknik jarak jauh selama berhari-hari. Repotlah­čśü. Beberapa cerita ini mungkin bisa berguna untuk anda, supaya piknik dengan anak-anak tetap menyenangkan, mama papa hepi, anak-anak hepi.

Di Mobil

Dua tahun ini, sepanjang umur si adek, seluruh piknik kami lakukan bermobil ria. Anak-anak saya memang suka naik mobil. Tapi untuk perjalanan jauh, tetap saja ada beberapa persiapan yang perlu kita lakukan. 
Pastikan mobil tidak terlalu penuh orang dan barang. Setting tempat duduk supaya anak-anak tetap nyaman. Bagian belakang mobil, selalu kami manfaatkan untuk menjadi tempat tidur untuk anak-anak. Kalau perjalanan tidak terlalu jauh, cukup sediakan bantal dan bed cover yang nyaman sebagai alas jok. Untuk perjalanan jauh, saya selalu memilih membawa koper besar, sehingga koper tersebut sekaligus bisa digunakan sebagai alas tempat tidur. Apabila ingin membeli oleh-oleh pertimbangkan pula jangan sampai membut mobil menjadi penuh sesak. Selain sesak, yang ada nantinya malah barang-barang tersebut bisa rusak. Namanya juga anak-anak. Apa saja yang bisa dijangkau pasti menarik perhatian.

Untuk perjalanan jauh, penting sekali untuk menjaga mood anak-anak supaya tetap ceria dan semangat. Kunci pertama adalah mood mama dan papa juga harus tetap terjaga. Anak-anak saya cenderung nemplok semua ke mamanya. Jadi, saya, si mama, harus benar-benar menjaga mood dan membangun suasana supaya perjalanan tetap menyenangkan. Apalagi memang si papa harus selalu konsentrasi untuk menyetir. Apa yang bisa dilakukan di dalam mobil? Bisa melihat-lihat pemandangan sambil bercerita tentang hal-hal yang kita lihat. Bisa bermain permainan sederhana yang anak-anak saya suka, seperti tebak suara, tebak peran, atau berbalas kata. Bisa bermain peran, misalnya pura-pura dikejar siren head (tiang listrik di jalan diumpamakan siren head), bermain polisi pencuri (mama pura-pura jadi pencuri yang mencuri dan menyembunyikan barang-barang), atau main tembak-tembakan. Kami juga suka bernyanyi bersama, terutama lagu-lagu yang memang anak-anak suka. Kalau masih bosan juga, terpaksa putarkan film yang anak-anak suka via TV mobil (ini saya jarang sekali lakukan, karena saya biasanya pusing kalau melihat TV di mobil). Penting juga untuk menyediakan berbagai macam cemilan yang anak-anak suka. Cemilan ini ampuh sekali lho untuk membangun mood anak-anak. Namun apabila masih bosan juga, berhenti dulu saja. Cari rest area, istirahat sejenak, sekedar makan ice cream di bawah pohon di parkiran rest area, anak-anak biasanya sudah hepi kok.

Makan

Wajib hukumnya mama memastikan anak-anak makan dengan baik sepanjang perjalanan, apalagi perjalanan jauh. Perut harus selalu terisi sehingga risiko masuk angin dapat dihindari. Tapi masalah makan ini memang susah-susah gampang. Anak saya yang kedua, di hari-hari biasapun susah makan. Apalagi di perjalanan­čśů. Untuk itu, saya harus kreatif untuk membujuk si anak untuk mau makan, kalau perlu dengan sedikit ancaman. Hehehe. Pokoknya harus makan, walaupun hanya beberapa suap saja. Selain cemilan-cemilan ringan, selama perjalanan, perlu juga untuk menyediakan cemilan-cemilan yang agak berat, seperti roti atau jajan pasar. Atau bila ada kesempatan berhenti di rest area, biasanya saya akan membeli bekal seperti sosis bakar, burger, siomay, atau cemilan berat lainnya yang bisa dinikmati di perjalanan. Saat-saat piknik, menurut saya perlu sekali untuk kita melonggarkan sedikit aturan tentang makan ini. Misalnya, apabila biasanya makan mie instan dilarang keras, saat perjalanan mungkin kita harus melonggarkan aturannya. Asal anak-anak mau makan, berikan saja. Apa saja lah. Pokoknya makan. 

Sedikit repot kalau anak-anak masih dalam fase MPASI. Perlengkapan perangnya pasti lebih banyak. Saat anak saya masih MPASI, saya selalu membawa slow cooker saat piknik. Dengan slow cooker, saya memasak makanan setiap dini hari, sekaligus untuk kebutuhan tiga kali makan (tergantung pola makan si kecil). Pisahkan makanan tersebut dalam tiga wadah kecil, per wadah untuk satu kali makan. Jangan dihaluskan. Nanti malah berair. Saya selalu membawa saringan ke mana-mana. Jadi, makanan baru akan saya haluskan ketika akan dimakan.

Bahan makanan yang akan diolah juga perlu disiapkan. Minimal bahan-bahan yang tahan lama harus tersedia, seperti beras, keju, butter, minyak kelapa, dsb. Untuk sayur dan lauknya, apabila hanya perjalanan 1-2 hari, bisa saja membawa sayur dan lauk yang tahan lama, seperti wortel, kentang, tempe/tahu/tofu, dll. Tapi kalau perjalanannya agak lama, beli saja sayur dan lauk tersebut di sepanjang jalan. 

Saya juga selalu membawa biskuit bayi atau makanan bayi instan. Buat jaga-jaga saja sih. Anak saya sebenarnya tidak begitu suka dengan makanan bayi instan. Jadi kalaupun perlu, biasanya saya akan campur dengan jus buah murni yang anak saya suka, misalnya dicampur dengan jus alpukat, jus buah naga, dll (kental tanpa gula). Jusnya beli saja di restoran tempat kita singgah makan. Atau bila ada, bisa juga membawa blender portabel yang ringan dan ringkas.

Gendongan dan Stroller

Ini alat perang yang wajib ada saat piknik bersama anak-anak. Pemilihan stroler dan gendongan ini juga penting diperhatikan, supaya pas dengan kebutuhan kita. Saat anak saya masih satu, pilihan stroler kami adalah traveling stroler yang ringan dan mudah di bawa-bawa. Saat anak saya dua, traveling stroller masih bisa untuk dipertimbangkan, namun tentu saja dengan tambahan satu gendongan yang harus juga tersedia. Jadi, apabila dua anak sudah kepayahan, satu anak bisa di stroler, satu lagi bisa digendong. Waktu anak saya bertambah lagi, traveling stroller sudah tidak akomodatif lagi. Pilihannya pindah ke stroller yang lebih besar dan lebih kokoh. Memang berat dan memakan tempat. Tapi ini sangat membantu apabila tiga anak sudah kepayahan. Dua anak bisa ditaruh di stroller, satu lagi digendong. Akan lebih bagus juga apabila strollernya punya kantong yang besar untuk menaruh semua keperluan anak-anak. Pilihan gendongan juga harus yang nyaman dan membuat orang tua tidak kelelahan. Pilihan saya adalah gendongan duduk, atau kain panjang elastis seperti Hangaroo. 

Tas Barang-Barang

Saya punya ransel wajib yang harus selalu kami bawa setiap kali jalan-jalan dengan anak-anak kemanapun saja. Mau ke mall yang dekat, atau piknik yang jauh, ransel tersebut selalu dibawa. Isinya pun akan selau saya cek, pastikan ada : satu set baju mama papa (termasuk baju dalam dan jilbab), tiga set baju anak-anak (anak saya 3, jadi ada 9 set baju), handuk kecil, pampers, sabun bayi, tisu basah, pembalut, kaos kaki anak-anak, mukena, kantong plastik, dan minyak telon (waktu ada anak yang masih bayi ditambah lagi perlak kecil dan kapas). Banyak sekali ya? hehehe. Mau gimana lagi, mengingat anak-anak saya sangat aktif dan kami sering piknik random, dengan adanya barang-barang tersbut, amanlah untuk pergi ke mana saja.

Kalau pikniknya jauh dan agak lama, saya selalu membawa koper besar. Selain berfungsi sebagai alas kasur di mobil, biasanya saya memang membawa baju ekstra yang lumayan banyak selama bepergian. Seluruh baju untuk kami semua (mama papa dan 3 anak) harus muat di koper tersebut. Satu koper saja supaya ringkas membawanya. Beda lagi kalau perjalanannya akan pindah-pindah dari satu hotel ke hotel lain. Selain koper besar, saya membawa koper kecil yang isinya dua set baju kami berlima. Jadi setiap singgah di satu hotel, cukup koper kecil itu saja yang turun. Pindah hotel, isi koper akan direfill, begitu seterusnya.

----------------------------

Di luar persiapan teknis itu semua, hal paling penting lainnya adalah orang tua harus bersedia melakukan banyak kompromi dan berusaha selalu berpikir positif. Jangan kecewa apabila itenerary yang sudah kita susun sebelum perjalanan harus berubah mendadak. Tidak perlu muluk-muluk. Fisik anak-anak tentu saja jauh berbeda dengan kita orangtuanya. Jadi kalau anak-anak sudah tampak lelah, tidak masalah apabila harus mengakhiri perjalanan lebih cepat, atau mencancel rencana mengunjungi destinasi wisata tertentu, dan secepatnya pergi ke hotel untuk beristirahat. Demikian pula apabila ada suatu tempat wisata yang memang anak-anak benar-benar suka, tidak masalah berlama-lama di sana, daripada buru-buru pindah ke lokasi wisata lainnya yang belum tentu anak-anak suka. 

Sabar juga harus menjadi kuncinya. Jangan mudah marah hanya bila anak-anak menumpahkan minuman atau membuat makanan berserakan di mobil atau kamar hotel. Anak-anak berloncatan di kasur hotel dan tidak kunjung tidur padahal orang tua sudah sangat lelah, anak-anak selalu rebutan dan berantem sepanjang perjalanan, anak-anak tiba-tiba ngompol, atau minta buang air besar padahal tengah berada di jalan tol. Hehehehe,,Saya yakin, pasti akan banyak sekali cerita-cerita konyol selama perjalanan. Ingat saja tujuan pikniknya. Untuk bersenang-senang bukan? 



Komentar